Abstract :
Kota adalah pusat pertumbuhan yang ditandai dengan perkembangan jumlah
penduduk, serta pesatnya pembangunan sarana dan prasarana fisik sebagai
pendukung kegiatan ekonomi, tempat tinggal, industri, dan transportasi. Sehingga
hal ini mempengaruhi tingginya suhu permukaan Kota karena akan menyangkut
kenyamanan dalam beraktivitas di dalamnya.
Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive
sampling (sampel purposif). Observasi lapangan dilakukan secara kualitatif dengan
mengamati dan mencatat gejala atau fenomena yang terjadi pada faktor-faktor fisik
yang memengaruhi fenomena UHI. Persebaran suhu Urban Heat Island diekstraksi
dari citra penginderaan jauh melalui pemrosesan digital dengan menurunkan data
Land Surface Temperature (LST).
Suhu Permukaan Kota Makassar yang merupakan tempat rekreasi, pemukiman
padat, bangunan besar (hotel, perdagangan, mal, gedung olah raga) serta
perkantoran berkisar antara 26 ? 30,70 °C, sedangkan didaerah pemukiman yang
jarang dan taman kota / hutan kota serta gudang sembako berkisar antara 16,26 ?
26 °C. Suhu Urban Heat Island Kota Makassar pada citra Landsat 8 Suhu tertinggi
sebesar 4,57 °C, suhu terendah sebesar -9,87 °C dan suhu rata-rata sebesar -0,98
°C.