Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
PURNAMASARI, AMELIA PUTRI
Subject
Civil Engineering
Datestamp
2023-05-24 01:06:11
Abstract :
Beton merupakan material yang penggunaanya sangat luas dan sangat sering digunakan sebagai bahan konstruksi, baik untuk konstruksi struktural maupun non struktural. Dalam hal ini yang menuntut pengkajian lebih mendalam adalah konstruksi struktural dimana umumnya digunakan beton bertulang. Beton bertulang merupakan gabungan antara material beton dan material baja tulangan yang mana direncanakan beton sebagai penahan gaya tekan dan tulangan baja sebagai penahan gaya tarik pada struktur.
Salah satu persyaratan dasar dalam konstruksi beton bertulang adalah kuat lentur. Kuat lentur disini adalah kemampuan suatu komponen struktur untuk menahan gaya vertikal dalam hal ini elemen struktur tersebut adalah balok yang diberikan beban terpusat, dan diuji kekuatan lenturnya. Untuk memverifikasi efektifitas seperti yang telah diprediksi melalui
pendekatan analisis, maka dilakukan uji eksperimental. Pengujian eksperimental
tersebut memakai benda uji balok dengan dimensi 150 mm x 250 mm x 2000 mm
dengan dua tipe balok yaitu balok dengan tulangan CRT yang diberi panjang
penyaluran (BB-05) dan balok dengan tulangan BJTD yang diberi panjang
penyaluran (BB-06).
Berdasarkan parameter tegangan-regangan beton dan kuat lentur hasil analisa eksperimen balok dengan tulangan CRT dan BJTD, dapat disimpulkan bahwa tulangan Cold Rolled and Twisted Bar (CRT) yang diberi panjang penyaluran tidak dapat digunakan sebagai tulangan alternatif pengganti tulangan BJTD. Hal ini dibuktikan hasil pengujian eksperimental BB-05 yang dibandingkan dengan hasil eksperimental BB-06, dimana dengan perbedaan rasio tulangan (A) sebesar 0,976 terjadi perbedaan Paks sebesar 6,3%, tegangan beton puncak sebesar 4,31%, regangan beton ultimit sebesar 9,07% dan lendutan sebesar 4,37%.