Abstract :
Salah satu persyaratan dasar dalam konstruksi beton bertulang adalah kuat
lentur. Kuat lentur disini adalah kemampuan suatu komponen struktur untuk
menahan gaya vertikal dalam hal ini elemen struktur tersebut adalah balok yang
diberikan beban terpusat, dan diuji kekuatan lenturnya. Untuk memverifikasi efektifitas seperti yang telah diprediksi melalui pendekatan analisis, maka dilakukan uji eksperimental. Pengujian eksperimental tersebut memakai benda uji balok dengan dimensi150 mm x 250 mm x 2000 mm dengan dua tipe balok yaitu balok dengan tulangan CRT (BB-03) dan balok dengan tulangan BJTD (BB-04).
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan tulangan CRT (Cold Rolled & Twisted Bar) terhadap tulangan BJTD (tulangan ulir). Kedua tulangan tersebut dibandingkan pada kuat lentur balok beton bertulang dengan mutu beton fc 24,52 MPa.
Berdasarkan parameter tegangan-regangan beton dan kuat lentur hasil analisa eksperimen balok dengan tulangan CRT dan BJTD, dapat disimpulkan bahwa tulangan Cold Rolled and Twisted Bar (CRT) tanpa panjang penyaluran kurang efektif digunakan sebagai tulangan alternatif pengganti tulangan BJTD. Hal ini dibuktikan hasil pengujian eksperimental BB-03 yang dibandingkan dengan hasil eksperimental BB-04, dimana dengan perbedaan rasio tulangan (A) sebesar 0,976 terjadi perbedaan Paks sebesar -18,03%, tegangan beton puncak sebesar 5,41%, regangan beton ultimit sebesar -19,81% dan lendutan sebesar -10,04%.