Abstract :
Sampah merupakan salah satu permasalahan yang tidak dapat dihindari dengan
adanya penduduk. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan
aktifitas penduduk yang berarti juga dapat meningkatkan jumlah timbunan
sampah, untuk itu dibutuhkan sistem pewadahan dan pengumpulan sampah yang
sesui dengan keadaan lokasi, sehingga sistem pewadahan dan pengumpulan
sampah menjadi efektif. Pada lokasi studi di Kecamatan Kota Waikabubak, proses
tersebut masih belum efektif sehingga diperlukan perencanaan terhadap sistem
pewadahan dan pengumpulan sampah. Perencanaan bertujuan untuk
menghasilkan suatu rencana dalam mengendalikan permasalahan pewadahan dan
pengumpulan sampah yang ada di Kecamatan Kota Waikabubak. Jumlah timbulan
sampah dan komposisinya didasarkan hasil sampling yang dilakukan menurut SNI
19-3964-1994, dengan menganalisis sampah yang dihasilkan oleh aktivitas warga.
Perhitungan proyeksi sampah menggunakan metode least squere dam geometrik.
Metode yang diterapkan dalam sistem pewadahan dan pengumpulan sampah yaitu
metode door to door, dimana pewadahan sampah yang direncanakan berupa
wadah sampah individual dan wadah sampah komunal yang memiliki penutup,
serta alat pengumpul sampah yang direncanakan yaitu berupa gerobak sampah
yang terpisah antara sampah organik dan sampah anorganik. Jumlah penduduk
Kecamatan Kota Waikabubak yang terlayani, dengan pola pewadahan invidual
sebesar 92 % yaitu sebanyak 3491 wadah sampah dan pola pewadahan komunal
sebesar 8 % yaitu sebanyak 13 wadah sampah. Direncanakan juga alat pengumpul
sampah berupa gerobak sampah, dengan jumlah gerobak pengumpul sampah
sebanyak 25 gerobak sampah.
Kata Kunci : Individual, Komunal, Pengumpulan, Pewadahan, Sampah.