Abstract :
Pemanfaatan wilayah perairan Bendungan Lahor sebagai sarana rekreasi air,
budidaya perikanan, saluran irigasi dan sebagai muara bagi beberapa sungai yang ada
di sekitar Bendungan dapat menyebabkan peningkatan kandungan zat organik pada
perairan Bendungan. Peningkatan zat organik dapat mempengaruhi konsenterasi
parameter fisik, kimia dan biologi pada perairan Bendungan yang berdampak pada
penurunan kualitas dan status trofik pada perairan Bendungan Lahor. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air dan status mutu perairan
Bendungan Lahor. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian mengenai kualitas dan
status mutu perairan Bendungan Lahor berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup No 28 Tahun 2009 Tentang Daya Tampung Beban Pencemaran Air Danau
Dan/Atau Waduk dan menggunakan metode Indeks Kualitas Air National Sanitation
Fundation (IKA-NSF).
Pengambilan sampel air Bendungan dilakukan pada 5 titik dengan variasi
kedalaman 0 m, 5 m, 10 m. Titik pengambilan sampel itu diantaranya pada bagian
inlet Sungai Lahor, inlet Sungai Leso, bagian Tengah Bendungan, Inlet Sungai Dewi
dan Outlet Bendungan. Data hasil analisis parameter ditabulasi kemudian
dibandingkan dengan baku mutu status trofik Bendungan menurut Permenlh no 28
tahun 2009 dan dihitung dengan menggunakan metode Indeks Kualitas Air National
Sanitation Fundation (IKA-NSF) untuk mengetahui kualitas dan status mutu perairan
Bendungan Lahor.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai parameter Nitrat pada semua
titik sampling masuk dalam status trofik Eutrofik dengan rentang nilai 6.31 mg/L ?
11.91 mg/L, dan nilai Fosfat pada semua titik sampling masuk ke dalam Status
Mesotrofik dengan nilai 0.584 mg/L ? 0.8872 mg/L. Secara Keseluruhan kualitas
perairan Bendungan Lahor masuk dalam klasifikasi Sedang dengan nilai skor 61.2.