Abstract :
Industri elektroplating memiliki karakteristik air limbah yang bervariasi. Kuantitas air limbah
yang dihasilkan tidak terlampau besar tetapi, tingkat toksisitasnya sangat berbahaya dilihat dari
parameter utama Krom dan Nikel. Oleh karena itu diperlukan sistem pengolahan lanjutan
menggunakan teknik fitoremediasi lahan basah buatan sistem aliran bawah permukaan (SSFwetland).
Pada
penelitian
ini
menggunakan
reaktor
kontiyu
yang
memanfaatkan
Tanaman
Bambu
Air
dan
Tanaman
Lotus,
mengunakan
variasi
berat
basah
tanaman
81
gr
dan
198
gr
serta
variasi
laju
pembebanan hidrolis 100 l/m
.hari. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efisiensi reaktor aliran bawah permukaan dengan variasi berat basah tanaman, dan
mengetahui pengaruh laju pembebanan hidrolis dalam menyisihkan konsentrasi TSS, Nikel, dan
Total Krom pada limbah elektroplating setelah pengolahan fisik-kimia (Flokulasi-Koagulasi).
Reaktor aliran bawah permukaan dengan variasi berat basah tanaman 198 gr dan laju
pembebanan hidrolis 210 l/m
2
2
.hari dan 210 l/m
.hari mampu menurunkan TSS sebesar 75% dengan menggunakan
Tanaman Lotus pada berat-basah tanaman 198 gr dan laju pembebanan hidrolis 100 l/m
2
.hari,
sedangkan parameter Nikel dan Total Krom memiliki efisiensi penurunan sebesar 55,47% dan
61,13% dengan menggunakan Tanaman Lotus pada berat-basah tanaman 198 gr dan laju
pembebanan hidrolis 210 l/m
2
.hari.
2