Abstract :
Toluene dan hidrogen merupakan bahan kimia dasar yang dapat digunakan sebagai
bahan baku pembuatan benzene. Benzene merupakan senyawa volatile yang banyak
digunakan sebagai bahan baku nitrobenzne, chlorobenzene, maleic anhidrat serta beberapa
produk lainnya. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan proses hydrodealkilasi
katalitik. Pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 70000 ton/tahun akan didirikan di
Cilegon, Banten dengan pertimbangan kemudahan akses bahan baku dan distribusi produk.
Proses pembuatan benzene meliputi 4 tahap. Tahap pre-treatment digunakan untuk
mengubah fase bahan baku toluene liquid menjadi gas. Tahap hydrodealkilasi katalitik
adalah tahap mengreaksikan toluene dan hidrogen menjadi benzene dan metana. Tahap
pemisahan dan pemurnian digunakan untuk memisahkan produk benzene dengan gas yang
terikut di dalamnya menggunakan flash tank. Keluaran gas dari flash tank yang
mengandung banyak hidrogen. Tahap pemurnian digunakan untuk memisahkan produk
benzene dengan toluene menggunakan kolom distilasi.
Pabrik ini direncanakan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun dengan
basis 24 jam/hari. Toluene yang dibutuhkan sebanyak 13580,9955 kg/jam dan hidrogen
sebanyak 13580,9955 kg/jam. Kebutuhan utilitas pabrik adalah air sanitasi, air pendingin
dan Steam dengan jumlah 45818,5346 m
3
/jam. Dari hasil evaluasi ekonomi didapatkan
- Internal Rate of Return ( IRR ) = 20,30%
- Pay Out Time = 4,60 tahun
- Break Event Point (BEP ) = 43,82%.
- Return On Invesment (ROIBT) = 31.06%
- Return On Invesment (ROIAT) = 22%
Karena IRR lebih besar dari bunga bank (12%) maka Pra Rencana Pabrik Benzena
dari Toluena dengan Proses Hidrodealkilasi layak untuk didirikan