Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Donuisang, Melkisedek Ruben
Subject
Area Planing Engineering (PWK)
Datestamp
2019-03-06 01:19:35
Abstract :
ABSTRAK
Ditetapkan sebagai desa wisata petik mawar sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 7 Tahun
2011 tentang Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Kota Batu Tahun 2010-2030, Desa Gunungsari menjadi
daya tarik dalam pengelolaan tanaman hias bunga mawar. Tingkat permintaan bunga mawar di Indonesia
mencapai 39.161.603 tangkai, dan tingkat produktifitas bunga mawar di Desa Gunungsari setiap tahun berkisar
11.671.156 tangkai/tahun. Dibandingkan dengan wilayah penghasil mawar yang lain di Indonesia berarti hasil
suplai produksi bunga mawar dari Kota Batu mencapai 90% lebih besar dibandingkan dengan wilayah yang lain
yang ada di Indonesia, dengan hasil yang diunggulkan maka desa Gunungsari dijadikan desa wisata. Dusun
Brumbung di Desa Gunungsari yang terdapat di daerah perbukitan juga dapat dikembangkan menjadi pertanian
mawar khusus (Mawar Holland) dimana masyakat juga dapat ikut mengembangkan mawar tersebut. Analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik desa wisata,
analisis Delphi untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsep pengembangan ekonomi lokal
dalam pengembangan desa wisata petik mawar, dan analisis yang terakhir yaitu SWOT untuk menentukan konsep
pengembangan ekonomi lokal dalam pengembangan desa wisata. Berdasarkan hasil analisis maka penelitian ini
menghasilkan suatu konsep pengembangan ekonomi lokal dalam pengembangan desa wisata petik mawar desa
Gunungsari yang dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian dari desa wisata petik mawar Gunungsari .
Kata Kunci : Desa Wisata, Pengembangan Ekonomi Lokal, Konsep Pengembangan.