DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TELUR SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT HALUS 0/5 PADA LAPISAN ASPAL HRS-WC DITINJAU DARI NILAI MARSHALL TEST
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
NURHAKIM, LUKMAN
Subject
Civil Engineering 
Datestamp
2021-09-09 03:45:12 
Abstract :
Aspal beton sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan raya, aspal beton sendiri terdiri dari campuran agregat halus, agregat kasar, dan bahan pengisi (filler). Terdapat limbah industri yg belum dimanfaatkan salah satunya Limbah kulit Telur, dimana bahan limbah kulit telur ini sebagai inovasi untuk memanfaatkannya pada mutu perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah Kulit Telur sebagai bahan pengganti agregat 0/5 ditinjau dari nilai karakteristik pada campuran lapisan aspal beton dan juga kelayakan dari limbah Kulit Telur sebagai bahan pengganti agregat 0/5 pada lapisan HRS-WC. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium bahan kontruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang pada bulan Februari 2020 Dari hasil pegujian Hipotesis untuk campuran limbah kulit telur pada stabilitas, flow, VIM, VMA, MQ, VFA dimana Fhitung = 32,748 > Ftabel = 3,48. Dan untuk hasil analisis nilai karakteristik pada kadar Limbah Kulit Telur 25%, 50%, 75% dan 100% didapatkan nilai stabilitas secara berturut-turut 976,60 kg, 937,05 kg, 774,37 kg, 690,58 kg. Flow 3,43 mm, 3,57 mm, 3.67 mm, 4,09 mm. VIM 5,04%, 5,20%, 5,36%, 5,60%. VMA 19,53%, 19,21%, 18,91%, 18,67%. VFA 74,17%, 72,94%, 71,63%, 69,99%. MQ 276,63 kg/mm, 256,63 kg/mm, 200,26 kg/mm, 169,10 kg/mm. Dengan demikian pada kadar 75% dan 100% didapatkan hasil yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi HRS-WC. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang