Abstract :
Limbah cair industri tahu adalah limbah yang dihasilkan dari aktifitas pembuatan
tahu dengan bahan baku kedelai, limbah cair ini memiliki kandungan bahan
organik yang tinggi sehingga berpotensi mengakibatkan timbulnya bau yang tidak
sedap dan menjadi sumber perncemar terhadap lingkungan bila tidak dilakukan
pengolahan limbah. Maka dilakukan penelitian pengolahan limbah industri tahu
secara biologis. Salah satu pengolahan biologis adalah dengan menggunakan
aerasi difusi dengan penambahan Biolink-5 dan bak equalisasi sebagai pretreatment
agar dapat dijadikan teknologi alternatif yang efisien, ekonomis dan
aplikatif dalam pengolahan air bersih. Penelitian ini menggunakan reaktor aerasi
difusi aliran kontinyu, dengan menggunakan variasi volume Biolink-5 sebesar
280 ml dan 320 ml. Variasi waktu aerasi yang digunakan pada reaktor aerasi
adalah 3 jam, 5 jam, 7 jam, dan 9 jam dengan variasi tekanan udara 1 atm dan 2
atm. Biolink-5 mampu untuk menurunkan konsentrasi COD, TSS dan PO4 pada
limbah tahu sebesar 89,16%; 88,82% dan 59,80%. Hasil analisis menunjukan
bahwa semakin lama waktu aerasi berpengaruh pada penurunan konsentrasi COD,
TSS dan PO4 yang terdapat pada limbah tahu. Penurunan konsentrasi COD, TSS
dan PO4 tertinggi pada volume 320 ml dengan waktu aerasi 7 jam dan tekanan 1
atm.
Kata Kunci : Aerasi difusi, bak equalisasi, Biolink-5, COD, TSS, Limbah cair
industri tahu.