Abstract :
Industri pengolahan hasil perikanan mengolah air limbah dengan tujuan
untuk menyisihkan beban pencemar yang terkandung didalamnya sehingga bisa
menurunkan kualitas air buangan sebelum di buang ke badan air penerima.
Metode Oxic adalah Oksidasi bahan-bahan organik menggunakan oksigen dalam
proses pengolahan secara aerobik sedangkan metode anoxic adalah Oksidasi
bahan-bahan organik menggunakan pengoksidasi selain oksigen pada proses
pengolahan secara anaerobik. Filtrasi merupakan proses pemisahan partikel
padat dari suatu fluida dengan melewatkan medium penyaringan yaitu dengan
media batu apung.
Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas effluent air limbah
terolah Industri Pembekuan Ikan (Cold Storage), mengetahui efisiensi sistem
pengolahan yang diperoleh dengan menggunakan metode oxic-anoxic dan batu
apung sebagai media filter. Variasi waktu tinggal 11 jam,13 jam, 15 jam, 17jam,
19 jam sampling di ambil sebelum dan sesudah filtrasi batu apung. Konsentrasi
COD paling signifikan yaitu pada waktu aerasi selama 19 jam dengan filtrasi
batu apung 92 mg/l efisiensinya sebesar 92 % terjadi peningkatan 7,5 %.
Konsentrasi TSS yang paling signifikan pada waktu aerasi selama 19 jam tanpa
filtrasi batu apung 89,4 mg/l efisiensinya sebesar 89,4 % terjadi peningkatan 25,9
%. Konsentrasi Detergent paling signifikan pada waktu aerasi selama 19 jam
dengan filtrasi batu apung 96,7 mg/l efisisensinya 95,5 % terjadi peningkatan
24,9 %.
Kata Kunci :, COD, Metode Oxic-Anoxic, Limbah Cair Industri Perikanan ,
Filtrasi, TSS, Detergent.