Abstract :
Keseimbangan oksigen terlarut dalam air secara alamiah terjadi secara
berkesinambungan. Limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga, industri dan
limpasan aktivitas pertanian yang masuk ke sungai Metro mengakibatkan bahan organik
dalam air menjadi berlebih sehingga meningkatnya Amonia pada perairan. Untuk
melindungi sungai Metro dari defisit Oksigen maka dilakukan penelitian untuk
mengetahui tingkat deoksigenasi Amonia menggunakan metode Thomas dengan 20 hari
waktu inkubasi. Hasilnya menunjukkan tingkat deoksigenasi Amonia (Kn) berfluktuasi
dari hulu ke hilir dengan kisaran nilai antara 0,145 /hari hingga 0,193 /hari. Kebutuhan
oksigen NH3 (Ln) yang didapatkan berkisar antara 0,701 mg/l hingga 2,446 mg/l. Nilai
Kn dalam penelitian ini sesuai dengan nilai Kn menurut Thomann & Mueller yaitu
sebesar 0,1 /hari - 0,5 /hari untuk badan air yang besar. Namun nilai Kn dan Nilai Ln
pada sungai Metro cenderung lebih kecil dari pada nilai Kn dan Ln dari penelitian pada
sungai lainnya. Hal ini dikarenakan karakteristik pada sungai Metro yang lebih dangkal
dengan suhu yang lebih tinggi dari pada sungai pada penelitian lainnya yaitu sebesar 25
0C ? 27 0C. Suhu tersebut memungkinkan terjadinya proses Nitrifikasi. Hasil perhitungan
dengan metode Thomas memiliki koefisien determinasi berkisar antara 0,85 hingga 0,95.
Dalam hal ini, penggunaan metode Thomas memiliki akurasi dan validitas yang tinggi.
Kata Kunci : Deoksigenasi Amonia, Metode Thomas, Nitrifikasi, Sungai Metro