Abstract :
Munisi merupakan produk yang terlaris dari PT.Pindad yang diproduksi di
Divisi Munisi PT.Pindad Turen Kab.Malang, pada tahun 2017 survey menunjukan
Liputan6.com menunjukanbesarnya munisi yang harus disiapkan, hal tersebut
harus didukung dengan proses produksi yang efisien. Pada kenyataanya
ditemukan beberapa permasalah pada salah satu pendukung proses produksi yaitu
salah satunya adalah pada proses pelapisan hardchrome terhadap
punchpembuatan munisi, yang seringnya terjadi pengerjaan ulang dikarenakan
tidak tercapainya ketebalan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh variasi arus dan waktu terhadap ketebalan lapisan,
kekerasan mikro dan densitas retakan mikro pada baja AISI D2 yang merupakan
bahan dari poros regang itu sendiri. Dari hasil pengukuuran ketebalan
menunjukan nilai ketebalan paling tinggi pada variasi arus 30 A selama 45 menit
yaitu 13µm, ketebalan terendah pada variasi arus 20 A selama 15 menit yaitu
2µm. Pada pengujian kekerasan mikro, nilai kekerasan mikro tertinggi pada
variasi arus 30 A selama 45 menit yaitu 660,2 HV, sedangkan terendah pada
variasi 20 A selama 15 menit yaitu 370,4 HV. Pada perhitungan densitas retakan
mikro didapat nilai tertinggi retakan terjadi pada arus 25 A selama 45 menit
mencapai 60,6 crack/cm. Jadi dengan semakin besar arus dan lamanya waktu
pelapisan maka akan semakin tebal lapisan yang membuat nilai kekerasan mikro
juga bertambah.
Kata kunci : hardchrome, Baja AISI D2, kekerasan mikro, ketebalan lapisan,
densitas retakan mikro, electroplating.