Abstract :
Didik Wargiono, 2021, Desain Kursi Belajar Ergonomis (Studi Kasus di SMK
Brantas Karangkates Kabupaten Malang), Tesis, Program Studi Teknik Industri,
Program Pasca Sarjana ITN Malang, Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Julianus
Hutabarak, MSIE., (II) Dr. Dimas Indra Laksmana. ST, MT.
Kata Kunci: Musculoskeletal, REBA, RULA, Antropometri, Persentil.
Perabot kelas yaitu meja dan kursi merupakan sarana fasilitas fisik yang sangat
penting karena perabot tersebut digunakan untuk aktivitas belajar dan mengajar,
melalui pembagian kuisioner dan observasi yang dilakukan di Laboratorium
Komputer SMK Brantas Karangkates kabupaten Malang kepada siswa yang
sebagai sampel didapatkan hasil adanya keluhan dari siswa diantarnya sakit pada
leher, pinggang, lengan atas kanan, lengan bawah kanan dan pergelangan tangan
kanan pada proses pembelajaran dikarenakan fasilitas sarana yang tidak ergonomis.
Oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meminimalkan keluhankeluhan Musculoskeletaal adalah dengan Desain Kursi Belajar Ergonomis.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian Diskriptif dengan
Metode REBA dan Metode RULA. Dengan pendekatan Metode REBA dan
Metode RULA untuk mendeteksi postur kerja dan mengivestigasi gangguan
anggota tubuh bagian atas.
Dengan Metode REBA nilai akhir yang di dapat pada skor Grup C yaitu 8 maka
nilai ini masuk pada Action Level 3, setelah itu peneliti baru bisa mengetahui bahwa
level postur tubuh siswa berada pada kategori Tinggi sehingga perlu segera adanya
tindakan. Dengan Metode RULA hasil yang diperoleh aktivitas tubuh siswa yaitu
pada skor Goup C yaitu 7, maka nilai masuk Action Level 4 sehingga level postur
tubuh siswa berada pada kategori berbahaya bagi keamanan, kesehatan dan
kenyamanan oleh karena itu diperlukan tindakan sekarang untuk mengatasi masalah
ini dengan usulan pembuatan Desain Kursi Belajar Ergonomis. Dengan melakukan
uji kecukupan data, uji kenormalan data, uji keseragaman data sehingga didapatkan
perhitungan persentil dari data antropometri yang selanjutnya digunakan dalam
dimensi pembuatan Kursi Belajar Ergonomis. Dari hasil analisa uji penggunaan
kursi hasil desain dengan menyebarkan kuisioner pada 35 siswa sebagai sampel
didapatkan hasil adanya penurunan keluhan-keluhan Musculoskeletal Disorder
pada tubuh siswa. Selain itu Kursi hasil desain juga sesuai dengan dimensi
antropometri siswa dan tingkat ekspetasi siswa SMK Brantas Karangkates Malang.
Dengan konstribusi meja belajar bisa di setel naik turun (adjustable) serta
penentuan sudut kemiringan meja yang disukai siswa disini pemakaian sudut
kemiringan meja yang di sukai siswa adalah 10? dengan ketinggian meja mencapai
8 cm yang akan membuat penggunaan kursi lebih nyaman.