Abstract :
Sungai Metro merupakan salah satu sungai yang merupakan anak Sungai Brantas
yang melalui Kecamatan Pakisaji, serta bermuara di daerah paling selatan dari
Kecamatan Kepanjen. Limbah cair dari industri berpotensi menjadi sumber
pencemar yang mengurangi kualitas air dan daya tampung sungai. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitas air sungai, status mutu dan daya
tampung beban pencemar di Sungai Metro.
Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan metode
persamaan Neraca Massa. Parameter yang di analisa dalam penelitian ini adalah
TSS, COD dan BOD. Pengambilan sampel air sungai di bagi menjadi 5 stasiun
(ST1, ST2, ST3, ST4 dan ST5) dan 2 outlet aliran air limbah industri (Outlet 1
dan Outlet 2). Pengambilan sampel air sungai dilakukan pada bulan Juni 2013.
Dari analisa kualitas air Sungai Metro menunjukan parameter COD dan TSS pada
stasiun 1 sampai stasiun 5 masih memenuhi baku mutu air kelas II dan parameter
BOD di stasiun 4. Sedangkan parameter BOD di stasiun 1, stasiun 3 dan stasiun 5
telah melebihi baku mutu air kelas II dan stasiun 2 baku mutu air kelas III. Dari
hasil analisis status mutu diketahui bahwa kualitas air sungai di stasiun 1 sampai
stasiun 5 telah mengalami pencemaran ringan untuk peruntukan kelas I sedangkan
stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 5 kelas II. Pada stasiun 3 dan stasiun 4 masih dapat
digunakan peruntukkan kelas II (kondisi baik) dan stasiun 1 sampai stasiun 5
peruntukan air sungai kelas III dan IV (kondisi baik). Dari hasil analisis daya
tampung beban pencemaran sungai Metro pada bulan Juni 2013, menunjukkan
bahwa daya tampung beban pencemar TSS dan COD masih mempunyai
kemampuan untuk menampung beban pencemaran. Sedangkan daya tampung
beban pencemar BOD pada stasiun 1, stasiun 2, stasiun 3 dan stasiun 5 tidak
mempunyai kemampuan untuk menampung beban pencemaran kecuali stasiun 4.
Kata Kunci : BOD, COD, Indeks Pencemaran (IP), Persamaan Neraca Massa,
TSS.