Abstract :
Fenomena menjamurnya kafe sebagai tempat "Ngopi" yang tampaknya
menjadi sejarah baru telah direkonstruksi , bukan hanya tingkat orientasi sosial ,
desain estetika dan gaya hidup yang khas, semakin banyak fungsi mendapatkan
ruang mereka sendiri dalam hati orang ? orang dari berbagai usia mulai dari
remaja hingga paruh baya. Di Kota Malang terdapat banyak wisata malam untuk
mereka yang sangat menyukai kopi. Kafe pada saat ini tahun 2015 bukan hanya
sekedar tempat untuk menikmati suguhan kopi saja tapi sekarang secara disadari
atau tidak kafe menjadi identitas baru masyarakat, melalui bertemunya beragam
orang, lembaga, status sosial, dan bahkan identitas yang multikultur. Metode
survei yang digunakan peneliti berupa observasi dan kuesioner. Sedangkan
metode yang digunakan dalam pengerjaan analisa adalah metode deskriftif
kualitatif, analisa pembobotan/skoring dan pengukuran skala likert untuk
mengetahui alasan pemilihan lokasi kafe menurut pengunjung. Berdasarkan hasil
analisa yang telah dilakukan, hasilnya yaitu karakteristik pengunjung tempat
ngopi dengan prosentase terbesar adalah golongan anak usai muda yang
berprofesi sebagai mahasiswa dengan umur antara 18 ? 26 tahun, dan jam
berkunjung pukul 5 ? 7 sore pada akhir pekan. Sedangkan untuk alasan pemilihan
lokasi tempat ngopi berdasarkan hasil analisa pada tempat ngopi menunjukkan
bahwa alasan dengan prosentase terbesar pemilihan lokasi tempat ngopi adalah
lingkungan fisik sebesar 31,3% dengan sub-variabel meliputi pencahayaan,
temperatur ruangan, penataan ruangan, kebersihan, dan kenyamanan