Abstract :
Total Productive Maintenance atau TPM adalah salah satu metode proses
maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas di area kerja, dengan
cara membuat proses tersebut lebih reliable dan lebih sedikit terjadi pemborosan (waste).
PT. Tri Tunggal Laksana adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di industri
pengolahan kayu. Selama periode produksi, mesin sering mengalami downtime sehingga
mengganggu proses kerja produksi. Untuk itulah perusahaan perlu melakukan evaluasi
atas mesin yang digunakan sehingga penerapan Total Productive Maintenance dapat
dilaksanakan optimal demi meningkatkan efektivitas mesin produksi. Penelitian ini
bertujuan menilai efektivitas mesin menggunakan Total Productive Maintenance (TPM)
demi meningkatkan produktivitas proses produksinya. TPM menggunakan Overall
Equipment Effectiveness (OEE) sebagai metode analisis dengan mempertimbangkan tiga
faktor yaitu availability rate, performance rate dan quality rate. Perhitungan six big
losses digunakan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi nilai OEE.
Untuk mendapatkan usulan perbaikan digunakan diagram ishikawa (fishbone diagram)
serta Faillure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai dasar memberikan beberapa
usulan demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi mesin. Hasil perhitungan nilai rata-
rata Overall Equipment Effectivenees (OEE) selama bulan Juli hingga Desember 2019
pada mesin debarker sebesar 72,18 %, mesin rotary sebesar 56,29% dan untuk mesin
press dryer sebesar 72,3%. Nilai OEE terendah ada pada mesin rotary yang nilainya jauh
di bawah standar nilai OEE dunia yaitu 85%. Sesuai dengan teori McKellen (2005), nilai
OEE 56,29% didapatkan oleh perusahaan yang baru memulai proses produksinya yaitu
pada tahun 2019. Untuk nilai OEE pada mesin debarker dan mesin press dryer yang
masing-masing bernilai 72% menunjukkan tingkat yang wajar (fairly typical level) dan
masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan. Faktor losses atau kerugian terbesar
yang menyebabkan nilai OEE rendah yaitu pada mesin debarker reduce speed losses,
breakdown losses, dan reduce yield losses. Pada mesin rotary losses yang dominan adalah
reduce speed losses, sedangkan pada mesin press dryer adalah reduce speed dan
breakdown losses. Usulan perbaikan dilakukan dengan memberikan lembaran checklist
prosedur perawatan yang wajib dilaksanakan oleh operator setiap mesin. Diharapkan
dengan adanya usaha ini dapat menjadi dasar peningkatan kinerja mesin sehingga
mencapai kondisi zero breakdown karena operator mempunyai peran penting dalam
mengetahui kondisi mesin.
Kata Kunci : Efektifitas, FMEA, OEE, Total Productive Maintenance, Zero Breakdown