Abstract :
Koridor jalan bukan hanya sebagai penghubung ke suatu tempat,
tetapi koridor juga berfungsi sebagai aspek visual yang dapat memberikan
kesan khas suatu lingkungan kota. Dalam hal ini, koridor jalan Pondok
Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri?Asali Fadlaailir Rahmah belum bisa
memberikan kesan khas yang merepresentasikan pondok pesantren itu
sendiri sebagai objek wisata religi. Masih banyak permasalahan terkait aspek
visual koridor jalan yang perlu di perbaiki, berupa ketidakteraturan
bangunan, lansekap, dan parkir, diikuti oleh masalah lain berupa kurangnya
signage, dan tidak ada jalur pejalan kaki untuk pengunjung pondok
pesantren. Oleh karena itu, diperlukan upaya penataan koridor jalan,salah
satu caranya melalui arahan penguatan karakter visual koridor dan sekaligus
menjadi tujuan penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitiatif yang
lebih menekankan kepada hasil observasi lapangan untuk mencari potensi
maupun permasalahan, yang kemudian akan dikaitkan dengan teori maupun
kebijakan terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk
mempermudah pengelompokan data yang homogen, wilayah penelitian telah
dibagi menjadi empat segmen berdasarkan karakteristik kegiatannya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa elemen penting
koridor jalan yang diarahkan untuk penguatan karakter visualnya, yang
meliputi: buildings, landscaping, parking, signage, dan pedestrian ways.
Setelah memberikan arahan umum untuk mengatasi permasalahan tiap aspek
tersebut, selanjutnya dilakukan finishing touch untuk menguatkan karakter
visual koridor jalan untuk mendukung wisata religi yakni dengan
menentukan 7 (tujuh) elemen yang memiliki potensi untuk dikuatkan
karakter visualnya, beserta arahan untuk memperkuat karakter visual
tersebut.