Abstract :
Limbah cair domestik kawasan kuliner merupakan air buangan yang
dihasilkan dari beberapa rumah makan. Permasalahan limbah cair ini perlu
mendapatkan perhatian yang serius, karena memiliki karakteristik yang kompleks
dan dapat mencemari lingkungan. Salah satu upaya pengelolaan lingkungan
adalah pengolahan limbah cair domestik dengan rangkaian pengolahan fisik, yaitu
dengan pre treatment sedimentasi dan pengolahan biologis dengan proses
anaerobik biofilter. Anaerobik biofilter merupakan pengolahan bioligis, yang
menggunakan media sebagai tempat tumbuh dan berkembang mikroorganisme,
dengan tanpa adanya oksigen dalam reaktor. Penelitian ini akan mengkaji kinerja
anaerobik biofilter. Media yang digunakan adalah batu apung dan kerikil dengan
variabel yang digunakan yaitu ketinggian ruang media dan waktu operasional.
Reaktor I dengan ketinggian ruang media kerikil 60 cm dan batu apung 90 cm,
untuk Reaktor II dengan ketinggian ruang media kerikil 90 cm dan batu apung 60
cm. Waktu detensi reaktor anaerobik biofilter adalah selama 32 jam. Variasi
waktu operasional yang digunakan yaitu 0 jam sebagai t0 atau waktu pertama kali
limbah keluar dari reaktor, dan waktu 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam merupakan
pengamatan waktu operasional secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa anaerobik biofilter aliran upflow dengan media batu apung dan kerikil
memiliki kemampuan dalam menurunkan konsentrasi BOD (Biological Oksigen
Demand), TSS (Total Suspended Solid), minyak lemak dan deterjen. Persentase
penurunan konsentrasi pada reaktor I lebih besar daripada reaktor II, dengan
waktu operasional 6 jam untuk penyisihan BOD sebesar 73,56% dan deterjen
sebesar 55,26%. Waktu Operasional 8 jam untuk TSS sebesar 81,31% dan minyak
lemak sebesar 79,91%.
Kata Kunci : Anaerobik Biofilter, BOD, Deterjen, Minyak Lemak dan TSS