Abstract :
Pekerjaan pembangunan terowongan pengelak bendungan way apu merupakan pekerjaan
bawah tanah meliputi beberapa pekerjaan yang saling terpadu, dengan kemungkinan pemenuhan
jadwal pembangunan kemungkinan bisa mundur. Disisi lain terdapat teknologi informasi dengan
menggunakan Building Information Modelling (BIM) membentuk membentuk model 3D yang
berisikan informasi konstruksi yang akan dibangun. Pada saat ini Modelling virtual hanya
digunakan untuk melihat hasil akhir dari pekerjaan. Peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana
model yang sudah diberi informasi yang lengkap berpengaruh terhadap pengendalikan waktu
pelaksanaan pembangunan sesuai dengan prinsip manajemen konstruksi, mempengaruhi
penghematan biaya pelaksanaan dan meningkatkan efesiensi Kinerja pelaksanaan pembangunan.
Penelitian digunakan dengan cara membentuk model bangunan yang berisikan informasi
konstruksi yang detail, kemudian dengan informasi tersebut dibuatkan analisa untuk
penyempurnaan metode pelaksanaan dan Analisa pengendalian waktu dengan menggunakan
Network Planing.
Dengan menggunakan studi kasus pembangunan terowongan pengelak ini, didapatkan
satu percepatan pemberian informasi untuk menyempurnakan metode pelaksanaan serta
wawasan tata ruang dari tempat kerja sehingga memudahkan pengambilan keputusan.
Pengendalian waktu pelaksanaan dengan memanfaatkan informasi dari BIM menghasilkan
percepatan waktu penyelesaian pelaksanaan 2 bulan dari 12 bulan menjadi 10, penghematan
biaya sebesar Rp. 6.330.750.000,0 dengan tingkat efesiensi kinerja pengendalian waktu menjadi
83,3 %.
Kata Kunci : BIM, Informasi, Pengendalian waktu, Efektif kinerja