DETAIL DOCUMENT
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMILIHAN JENIS PERKERASAN JALAN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS PADA PROYEK PRESERVASI REKONSTRUKSI JALAN SIDOARJO – PANDAAN – PURWOSARI – MALANG - KEPANJEN
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Yudo Prahastyo, Krismana
Subject
Civil Engineering 
Datestamp
2022-01-04 03:39:23 
Abstract :
Di Indonesia, pembangunan, perbaikan dan peningkatan jalan diperlukan perhatian dan pengerjaan yang lebih baik, dan lebih optimal. Berbagai macam kriteria untuk merencanakan jenis perkerasan jalannya, dibutuhkan pemerintah agar pengerjaan fisik jenis-jenis perkerasan jalannya lebih terarah dan berhasil guna bagi kebutuhan semua pihak. Salah satunya di proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Sidoarjo ? Pandaan ? Purwosari ? Malang ? Kepanjen. Salah satu metode yang dapat dipergunakan untuk menentukan prioritas dari berbagai kriteria perencanaan perkerasan jalan dan prioritas pemilihan jenis-jenis perkerasan jalannya oleh pemegang keputusan, adalah metode Analytic Hierarchy Process, atau yang disebut AHP. Berdasarkan hasil penelitian pada proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Sidoarjo ? Pandaan ? Purwosari ? Malang ? Kepanjen,maka prioritas kriterianyaadalah, bahwa kriteria keselamatan dan kenyamana pengguna jalan bobotnya (0,2122); kemudian kriteria ketahanan pada lalu lintas harian rata-rata dan beban guna jalan dengan bobot (0,1587); diikuti kriteria biaya pelaksanaan konstruksi perkerasan jalan dengan bobot (0,1578); selanjutnya kriteria ketahanan pada iklim dan cuaca sekitar jalan dengan bobot (0,1325); kriteria kemudahan metode pelaksanaan perkerasan jalan dengan bobot (0,1286); kriteria kemudahan perawatan setelah masa pemeliharaan dengan bobot (0,1208); dan kriteria kemudahan (ketersediaan) material perkerasan jalan dengan bobot (0,0894). Sedangkan prioritas atas pemilihan alternatif-alternatif jenis perkerasan jalan adalah : urutan pertama jenis perkerasan jalan Asphalt Concrete Wearing Course (AC ? WC) dengan bobot (0,2104); urutan kedua adalah jenis perkerasan Rigid Pavement / perkerasan jalan kaku dengan bobot (0,2014); urutan ketiga adalah perkerasan jalan Composite Pavement dengan bobot (0,1745); kemudian urutan keempat adalah jenis perkerasan jalan Asphalt Concrete Binder Course (AC ? BC) dengan bobot (0,1742); dan urutan kelima adalah perkerasan jalan Hot Hot Rolled Sheet (HRS) dengan bobot (0,1286) dan selanjutnya urutan terakhir adalah perkerasan jalan Split Mastic Asphalt (SMA) dengan bobot (0,1108). Kata Kunci : Skala Prioritas, Kriteria Perencanaan, Alternatif Jenis Perkerasan Jalan 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang