Abstract :
Di Indonesia, pembangunan, perbaikan dan peningkatan jalan diperlukan
perhatian dan pengerjaan yang lebih baik, dan lebih optimal. Berbagai macam
kriteria untuk merencanakan jenis perkerasan jalannya, dibutuhkan pemerintah agar
pengerjaan fisik jenis-jenis perkerasan jalannya lebih terarah dan berhasil guna bagi
kebutuhan semua pihak. Salah satunya di proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan
Sidoarjo ? Pandaan ? Purwosari ? Malang ? Kepanjen.
Salah satu metode yang dapat dipergunakan untuk menentukan prioritas dari
berbagai kriteria perencanaan perkerasan jalan dan prioritas pemilihan jenis-jenis
perkerasan jalannya oleh pemegang keputusan, adalah metode Analytic Hierarchy
Process, atau yang disebut AHP.
Berdasarkan hasil penelitian pada proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan
Sidoarjo ? Pandaan ? Purwosari ? Malang ? Kepanjen,maka prioritas
kriterianyaadalah, bahwa kriteria keselamatan dan kenyamana pengguna jalan
bobotnya (0,2122); kemudian kriteria ketahanan pada lalu lintas harian rata-rata
dan beban guna jalan dengan bobot (0,1587); diikuti kriteria biaya pelaksanaan
konstruksi perkerasan jalan dengan bobot (0,1578); selanjutnya kriteria
ketahanan pada iklim dan cuaca sekitar jalan dengan bobot (0,1325); kriteria
kemudahan metode pelaksanaan perkerasan jalan dengan bobot (0,1286); kriteria
kemudahan perawatan setelah masa pemeliharaan dengan bobot (0,1208); dan
kriteria kemudahan (ketersediaan) material perkerasan jalan dengan bobot (0,0894).
Sedangkan prioritas atas pemilihan alternatif-alternatif jenis perkerasan jalan
adalah : urutan pertama jenis perkerasan jalan Asphalt Concrete Wearing Course
(AC ? WC) dengan bobot (0,2104); urutan kedua adalah jenis perkerasan Rigid
Pavement / perkerasan jalan kaku dengan bobot (0,2014); urutan ketiga adalah
perkerasan jalan Composite Pavement dengan bobot (0,1745); kemudian urutan
keempat adalah jenis perkerasan jalan Asphalt Concrete Binder Course (AC ? BC)
dengan bobot (0,1742); dan urutan kelima adalah perkerasan jalan Hot Hot Rolled
Sheet (HRS) dengan bobot (0,1286) dan selanjutnya urutan terakhir adalah
perkerasan jalan Split Mastic Asphalt (SMA) dengan bobot (0,1108).
Kata Kunci : Skala Prioritas, Kriteria Perencanaan, Alternatif Jenis Perkerasan Jalan