Abstract :
Proses sedimentasi mempunyai prinsip menghilangkan konsentrasi yang
terkandung di dalam air dengan menggunakan sistem gravitasi. Bangunan
sedimentasi merupakan salah satu bangunan yang penting dalam proses pengolahan
air bersih. Ada berbagai macam tipe dan jenis bangunan sedimentasi. Akan tetapi
yang paling banyak digunakan yaitu bangunan yang bertipe tabung (circular).
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat efisiensi dari desain
circular.Penelitian ini menggunakan reaktor kontinyu dengan mengalirkan kedalam
bak circular dengan waktu detensi yang 30 menit dan dabit 27,9 cm3/detik, 45 menit
dengan debit 18,6 cm3/detik dan 60 menit dengan debit 13,9 cm3/detik. Dengan
parameter yang di uji adalah TDS (Total Disolved Solid) dan Kekeruhan Hasil
penelitian ini menunjukkan perbedaan variasi waktu dan debit mempengaruhi
terhadap proses sedimentasi. Dimana variasi III mempunyai removal TDS dan
kekeruhan paling tinggi jika dibandingkan dengan variasi II dan variasi I, sedangkan
hasil removal terendah didapat oleh variasi I. Dimana variasi III (TDS=
78,56%,kekeruhan= 53,14%) lebih efisien dari pada variasi II
(TDS=75,71%,kekeruhan=39,48%) dan variasi I (TDS=71,02%,kekeruhan=19,58%).
Kata kunci: Bak Circular, Kekeruhan, TDS, Sedimntasi, Sungai Amprong.