Abstract :
Pada masa pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi ketidaksesuaian antara
jadwal rencana dan pelaksanaan di lapangan. Hal ini juga terjadi pada Pembangunan
Proyek Apartement Gunawangsa Gresik Superblok, yang mengalami keterlambatan
dikarenakan fokus untuk membangun mall mengakibatkan tertundanya pembangunan
Apartement Gunawangsa Gresik Superblok Maka dari itu diperlukan
pengoptimalisasian untuk mengetahui efisiensi waktu yang dibutuhkan.
Untuk mengetahui efisiensi pada Pembangunan Proyek Apartement Gunawangsa
Gresik Superblok, maka perhitungan dilakukan menggunakan metode Time Cost
Trade Off (TCTO) dengan 2 skenario yaitu penambahan 2 jam kerja lembur dan 3
jam kerja lembur. Data yang dibutuhkan untuk menghitung percepatan dengan
menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) antara lain: Rencana anggaran
biaya, harga upah, dan kurva s.
Pada rencana awal proyek dibutuhkan waktu penyelesaian 475 hari, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa scenario yang pertama (penambahan 2 jam kerja
lembur) mendapatkan waktu penyelesaian 396 hari dengan biaya percepatan yang
dibutuhkan sebesar Rp. 3.335.592.782,75, sedangkan scenario yang kedua
(penambahan 3 jam lembur) mendapatkan waktu penyelesaian 376 hari dengan biaya
percepatan yang dibutuhkan sebesar Rp. 3.513.690.228,75. Scenario yang paling
optimal adalah penambahan 2 jam kerja lembur karena memiliki durasi yang lebih
sedikit dari durasi normal dan biaya yang tidak terlalu besar.