Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
EFENDI, RAMADHANINGTYAS DWI CAHYANI
Subject
Civil Engineering
Datestamp
2022-01-04 06:23:45
Abstract :
Transportasi yang baik adalah transportasi yang menjamin keselamatan,
aman, nyaman dan ketepatan waktu, salah satu permasalahan transportasi adalah
perlintasan sebidang antara jalan raya dan perlintasan kereta api. Perlintasan
kereta api di Satsui Tubun merupakan perlintasan yang berdekatan dengan
simpang tak bersinyal, dimana pada jam - jam tertentu saat kereta melintas
panjang antrian yang disebabkan penutupan pintu perlintasan dapat mengganggu
kinerja simpang tak bersinyal.
Untuk meningkatkan kinerja simpang saat palang pintu perlintasan kereta
api ditutup, perlu dilakukan analisa sehingga didapat solusi alternatif untuk
mengurangi masalah yang terjadi pada simpang. Pada studi ini dilakukan survei
volume pada hari Senin, Rabu dan Sabtu, panjang antrian saat kereta melintas.
Analisa menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 untuk
perhitungan derajat kejenuhan, peluang antrian, dan tundaan. Untuk evaluasi
tingkat pelayanan menggunakan Peraturan Menteri Perhubungan No. 96 tahun
2016.
Hasil Analisa pada saat palang perlintasan kereta api ditutup didapat
panjang antrian maksimum terjadi pada pukul 17:15 dengan panjang antrian
sebesar 191 m dengan tingkat pelayanan F. Pada jam puncak sore didapat nilai
tundaan yang cukup besar dengan tingkat pelayanan F. Alternatif yang dipilih
untuk permasalahan saat pintu perlintasan kereta api ditutup dan simpang tak
bersinyal adalah dengan melakukan pemasangan lampu lalu lintas 2 fase dengan
pelebaran jalan sebesar 2 meter pada pendekat utara dan selatan, pelebaran 2
meter pada pendekat perlintasan dan sinyal lampu lintas akan dikoordinasikan
dengan kedatangan kereta pada jam - jam tertentu. Pada alternatif II didapat hasil
pada jam puncak sore tundaan sebesar 24,49 det/skr dengan tingkat pelayanan C.