Abstract :
Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung
atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan
komposisi atmosfir. Kota Malang menurut data BMKG sejak tahun 2013-
2019 telah mengalami kenaikan suhu rata-rata sebesar 0,8°C serta terpantau
hingga 20 juni 2019 telah terjadi hari tanpa hujan (HTH) >61 hari yang
dapat mengindikasi terjadinya perubahan iklim. Dampak yang dapat
ditimbulkan dari perubahan iklim ini seperti berpotensinya terjadi bencana
hidrometeorologi serta berpotensi terjadinya fenomena Urban Heat Island
(UHI). Dengan dampak dari perubahan iklim tersebut maka penelitian
bertujuan untuk membuat arahan yang tepat untuk mengurangi dampak
perubahan iklim yang terjadi di Kota Malang. Jenis penelitian ini
menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta
menggunakan beberapa teknik analisis yaitu analisis NDVI, NDBI, LST
serta analisis regresi untuk menentukan faktor yang berpengaruh terhadap
perubahan iklim di Kota Malang sehingga dapat tercipta arahan yang tepat.
Dari hasil analisis diketahui Kota Malang memiliki tingkat kerapatan
vegetasi rendah serta kepadatan bangunan yang rendah. Selain itu diketahui
juga bahwa suhu permukaan di Kota Malang pada bulan basah relatif sedang
dan pada bulan kering relatif tinggi. Dari hasil regresi ordinal diketahui
bahwa tingkat kerapatan vegetasi memiliki hubungan terhadap kenaikan
suhu permukaan di Kota Malang dimana suhu permukaan merupakan salah
satu indikasi terjadinya perubahan iklim. Dengan mempertimbangkan hasil
analisis serta pendapat Martopo dkk, 1995 yang menyatakan bahwa
keberadaan dari vegetasi yang berada di RTHK dapat mempengaruhi
koondisi atmosfer setempat, mampu merubah suhu dan kelembaban udara
juga mengurangi kecepatan angin. Sehingga pemilihan jenis vegetasi untuk
rencana penyediaan RTH di Kota Malang sangat penting untuk mengurangi
perubahan iklim.