Abstract :
Semakin pesatnya pertumbuhan dunia pendidikan di Kota Malang mengakibatkan semakin meningkat
pula jumlah pelajar yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Kota Malang, tidak terkecuali para pelajar
yang berasal dari Daerah SUL-SEL. Dari hal itu, para pelajar ini membutuhkan sebuah wadah untuk
mengekspresikan diri dan bersosialisasi diantara sesama pelajar yang berasal dari daerah SUL-SEL yang
sedang menuntut ilmu di Kota Malang.
Hal ini juga didukung oleh belum adanya asrama mahasiswa daerah SUL-SEL yang mampu
menampung segala keperluan dan kebutuhan mahasiswa.Dengan demikian perlu adanya sebuah asrama
yang dapat memfasilitasi segala bentuk kegiatan akademik maupun non akademik mahasiswa yang ada
didalamnya.
Untuk menampilkan sisi identitas asal kedaerahannya maka salah satu cara yang dapat ditempuh
adalah dengan menciptakan arsitektur yang berkelanjutan melalui cara tidak melupakan arsitektur neo
vernakuler, melaikan menggunakan arsitektur neo vernakuler tersebut ke dalam rancangan arsitektur masa
kini. Banyak cara yang digunakan untuk menghadirkan rancangan masa lalu ke dalam rancangan masa kini
dengan tujuan untuk mempertahankan budaya salah satunya dilakukan oleh Beng, Tan Hock dan Lim,
Willam. (1998). contemporary vernacular: evoking traditions in asian architecture. singapore, select
book.