Abstract :
Perencanaan jembatan layang Manahan menggunakan box girder prategang
dengan system external tendon untuk mengefisiensikan kombinasi antara volume
beton yang relative kecil dengan gaya prategang tendon sehingga didapat lendutan
yang relative kecil pada bentang. Penggunaan box girder prategang lebih
menguntungkan dibandingkan balok I ? girder pada perlintasan sebidang jalur rel
kereta api Solo ? Yogyakarta setelah simpang Jl. Adi Sucipto - Jl. MT Hariyono
ke arah Jl. Dr. Moewardi, Kota Surakarta dikarenakan metode pelaksanaan balok I
? girder lebih menyebabkan macet.
Analisa statika menggunakan statis tertentu dan metode pelaksanaan secara
segmental (metode span-by-span) untuk mendapatkan section properties dari
penampang box girder. Peraturan yang penulis gunakan dalam perhitungan adalah
SNI 1725-2016, SNI 2847-2013. Materi pembahasan meliputi perencanaan tata
letak tendon, kehilangan gaya prategang, kontrol tegangan dan lendutan,
penulangan box girder-geser, dan end block. Kabel prategang yang digunakan
adalah tendon VSL type GC Grade 270, low relaxation strand dengan tipe 6-37
unit.
Hasil yang diperoleh dari perencanaan box girder prategang ialah,
digunakan 20 segmental yang terbagi menjadi 3 jenis segmen yaitu segmen
tumpuan, segmen deviator, dan segmen strandar. Menggunakan 12 buah tendon
VSL tipe GC dengan 35 strand tiap tendon. Adapun lendutan yang terjadi sebesar
5,194 cm ( )dan tidak terjadi tegangan tarik.