Abstract :
Sedimen merupakan hasil proses erosi, berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis
erosi tanah lainnya. Umumnya sedimen mengendap dan terbawa arus sungai maka
diperlukan Bangunan Pengendali Sedimen (Check Dam) untuk menahan dan
menampung sehingga sedimentasi tidak sampai ke hilir. Semakin meningkatnya
sedimen dapat menurunkan fungsi dari Check Dam, oleh karena itu perlu dilakukan
suatu analisis kinerja. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui kebijakan
yang akan diambil dalam menanggulangi penurunan fungsi Check Dam yang terjadi
serta dapat digunakan untuk referensi dalam perencanaan kedepannya. Pengamatan
langsung dilakukan terhadap objek Check Dam dan analisa perhitungan berdasarkan
PERMEN PUPR dari dinas terkait pada luasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa debit banjir rencana masih memenuhi syarat
pada perencanaan awal yaitu 0,336m/detik untuk Check Dam Bedono dan 0,431
m/detik untuk Check Dam Sijambu, besarnya sedimentasi keseluruhan pada sungai
Serayu adalah 199,258 ton/ha/tahun, kinerja Check Dam Bedono 56,25%, dan kinerja
Check Dam Sijambu 70,25%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat
penurunan fungsi dan kinerja akibat kerusakan fisik dan perubahan aspek non fisik
yang mempengaruhi Check Dam tersebut.