Abstract :
Kabupaten Lembata memiliki beberapa kawasan wisata yang memiliki
nilai ekonomi,jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan menambah
pendapatan daerah, sehingga dapat menguntungkan dan meningkatkan
kesejateraan masyarakat. Dari kondisi tersebut maka perlu dibuat Peta Zona Nilai
Ekonomi dan dikaji untuk mengetahui nilai fungsi ekonomi kawasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berapa nilai total ekonomi Kawasan
Pariwisata Kabupaten Lembata dengan Travel Cost Method (TCM) dan
Contingent Valuation Method (CVM) dan membuat Peta Zona Nilai Ekonomi
Kawasan (ZNEK) Kabupaten Lembata berdasarkan tipologi kawasan.Metode
yang digunakan adalah Metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingen
Valuation Method (CVM) untuk mengukur nilai ekonomi Kawasan Pariwisata.
Travel Cost Method (TCM) diperoleh berdasarkan asumsi biaya perjalanan
pengunjung ke Kawasan Pariwisata, sedangkan Contingen Valuation Method
(CVM) diperoleh berdasarkan keinginan masyarakat mempertahankan keberadaan
Kawasan Pariwisata dan masyarakat yang memperoleh manfaat langsung dari
kawasan tersebut.Hasil Penelitian ini didapatkan Total Nilai Ekonomi ( TEV) diperoleh dari
hasil penjumlahan nilai guna langsung (DUV) dan nilai keberadaan (EV). Nilai
total ekonomi (TEV) tertinggi dari 9 kawasan wisata di Kabupaten Lembata
diperoleh kawasan Lamalera sebesar Rp.3.173.439.735,00 sedangkan nilai
terendah di kawasan Pantai Bean sebesar Rp.39.862.495,00