Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
YULIANSYAH, MAULANA SHOFI
Subject
Civil Engineering
Datestamp
2022-01-06 00:55:40
Abstract :
Lapis paling atas dari penjelasan aspal disebut sebagai lapis permukaan,
merupakan lapisan yang paling baik mutunya. Lapisan ini memiliki salah satu
material yang berperan penting yaitu agregat. Pada umumnya agregat yang
digunakan sebagai penyusun aspal adalah batu kali yang berasal dari pecahan batu
gunung atau dari sungai. Namun, kurangnya ketersediaan batu kali di Kabupaten
Bangkalan Pulau Madura, sehingga digunakan batu putih sebagai alternatif
pengganti karena lebih mudah didapatkan disana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan batu putih sebagai
pengganti agregat 0/5 pada campuran AC-BC (Asphalt Concrete?Binder Course)
dan presentase optimum batu putih sebagai alternatif pengganti batu kali.
Kemudian melakukan pembuatan benda uji berjumlah 39 buah menggunakan
metode Marshall Test di Laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi, Program
Studi Teknik Sipil S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi
Nasional Malang dengan variasi kadar batu putih sebesar 25%, 50%, 75% dan
100%.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa batu
putih Kabupaten Bangkalan Pulau Madura layak digunakan sebagai bahan
pengganti agregat 0/5 pada campuran AC-BC (Asphalt Concrete?Binder Course),
dikarenakan hasil variasi kadar batu putih pada karakteristik marshall memenuhi
persyaratan DPU Bina Marga 2018 dan dari hasil pengujian marshall, didapatkan
presentase optimum pada variasi kadar batu putih 49,89%. Berdasarkan nilai
stabilitas pada titik maksimum sebesar 1088,01 kg. Untuk nilai flow sebesar 3,066
mm, VIM sebesar 4,25%, VMA sebesar 16,40%, VFA sebesar 74,10% dan MQ
sebesar 355,65 kg/mm.