Abstract :
Meningkatnya aktifitas industri perkebunan kelapa sawit di desa Muara Wahau Kabupaten
Kutai Timur,Provinsi Kalimantan Timur yang menghasilkan tumpukan limbah salah satunya
limbah serabut kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan limbah serabut kelapa sawit
yang belum dioptimalkan dengan tujuan mengetahui pengaruh penambahan limbah serabut kelapa
sawit pada lapisan pondasi atas ATB terhadap nilai karakteristik Marshall Test dan mengetahui
kelayakan limbah serabut kelapa sawit sebagai bahan tambah pada campuran ATB.
Penelitian dilakukan dengan mencari nilai KAO dengan varian kadar aspal 4%, 4,5%, 5%,
5,5%, dan 6% dengan masing-masing variasi kadar aspal dibuat sebanyak 5 benda uji, dan
diperoleh KAO sebesar 5,43%. Perencanaan hotmix kembali memakai kadar aspal KAO dan
penambahan limbah serabut kelapa sawit dengan variasi kadar 1,5% , 3% , 4,5% dan 6% tiap kadar
dibuat 3 benda.
Dari hasil penelitian bahan tambah limbah serabut kelapa sawit campuran ATB
mempengaruhi nilai karakteristik Marshall secara signifikan. Dari hasil pengujian hipotesis
Stablitas Fhitung = 12,71,Flow Fhitung = 5,47,VIM Fhitung= 3344,49,VMA Fhitung = 3347,46,
MQ Fhitung = 65,89,VFA Fhitung = 3582,70 > Ftabel= 3,478. Dan berdasarkan hasil
penelitian,dinyatakan limbah serabut kelapa sawit tidak layak digunakan sebagai bahan tambah,
dikarenakan hasil VIM dan VFA mengalami penurunan yang tidak memenuhi persyartan
Spesifikasi Bina Marga 2018.