Abstract :
Pertamina dikenal sebagai pemasok utama aspal di Indonesia, akan tetapi
Indonesia sendiri memiliki aspal alam yang berada di Pulau Buton, Sulawesi
Tenggara yang dikenal dengan nama Asbuton. Beberapa penelitian dilakukan
untuk mendapatkan hasil akurat secara ilmiah dalam penggunaan Asbuton.
Asbuton yang digunakan yaitu berupa butir atau bongkahan, dimana diketahui
bongkahan Asbuton memiliki kandungan aspal serta agregat. Maka dari itu
beberapa penelitian dilakukan untuk mendapatkan hasil akurat secara ilmiah
dalam penggunaan Asbuton, salah satunya penelitian ini yang bertujuan untuk
mengetahui kadar aspal yang terkandung dalam Asbuton, mengetahui nilai
kadar aspal optimum pada campuran HRS-WC dan mencari penggunaan
maksimum yang dimaksudkan karena Asbuton memiliki kandungan aspal serta
agregat, agar dalam pemakaian asbuton tidak melebihi spesifikasi pada
campuran HRS-WC.
Hasil penelitian didapatkan kadar aspal yang terkandung dalam Asbuton
setelah ekstraksi sebesar 20,68% masuk dalam tipe B50/30 menurut peraturan
KPUPR Direktorat Jendral Bina Marga Spesifikasi Umum 2018. Kadar aspal
optimum pada campuran HRS-WC tanpa asbuton sebesar 6,85%, dengan nilai
stabilitas 1092,67 Kg, Flow 3,43 mm, VIM 4,96 %, VMA 19,15 %, VFA
78,49%, MQ 318,69 kg/mm. Nilai persentase kadar maksimum penggunaan
asbuton pada campuran HRS -WC terdapat pada variasi 10,74% dengan nilai
stabilitas 1835,33 Kg, Flow 4,27 mm, VIM 5,97 %, VMA 20,58 %, VFA 71,01
%, dan MQ 430,53 kg/mm.