Abstract :
Kecamatan Batu termasuk sebagai kawasan strategis rawan bencana
tanah longsor dengan luas 562,26 Ha yang berada di dalam tingkat kerawanan
dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Kecamatan Batu berada pada
ketinggian > 950 MDPL (meter diatas permukaan laut). Kecamatan Batu
sendiri memiliki kelerengan 25 ? 40 % dikarenakan kondisi wilayah yang
berada di kawasan pegunungan. Kecamatan Batu merupakan BWK (Bagian
Wilayah Kota) I sebagai pusat pelayanan kota yang berada di Desa
Pesanggrahan. Jika dilihat dari sebaran risiko bencana longsor, Kecamatan
Batu terbagi menjadi tiga klasifikasi yaitu risiko bencana longsor rendah
sebesar 2100,33 Ha, risiko bencana longsor sedang dengan luas 1419,92 Ha
dan risiko bencana longsor tinggi seluas 1019,96 Ha yang dimana Kecamatan
Batu memiliki luas 4545 Ha dan sebaran risiko bencana longsor mencapai
4540,21 Ha atau setara dengan 99,89% dari total luas wilayah. Untuk dapat
meminimalisir kerusakan dan kerugian longsor, perlu adanya arahan
penggunaan lahan di setiap kelas kerawanan longsor. Adapun tujuan dari
penelitian ini yaitu, memberikan arahan pemanfaatan lahan pada kawasan
rawan bencana longsor di Kecamatan Batu Kota Batu. Jenis penelitian ini
yaitu deskriptif dengan menggunakan mix method. Metode analisis yang
digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis spasial yang terdiri dari dua
tahap, overlay (tumpang susun) data spasial dan skoring dengan
menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis. Dalam penelitian
ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel fisik yang terbagi menjadi tujuh
indikator dan variabel aktivitas manusia yang terdiri dari delapan indikator.
Dari hasil analisis diketahui sebaran daerah rawan longsor di Kecamatan
Batu, dimana lebih di dominasi oleh tingkat kerawanan bencana longsor
sedang, dengan luasan 2602 hektar atau 57 % dari luas wilayah penelitian.
Pemanfaatan lahan eksisitng dan rencana pada tingkat kerawanan tinggi
memiliki luas area sebesar 1.773,47 hektar dari luas wilayah penelitian, yang
didominasi oleh lahan tidak terbangun dengan luasan 1731,01 Ha pada
pemanfaatan lahan eksisting dan pada pemanfaatan lahan rencana 1637,78 Ha
hektar dari pada lahan terbangun . Oleh karena itu, dibuatkan mitigasi non
struktural seperti arahan pemanfaatan lahan di daerah kerawanan tinggi
bencana longsor sebagai wilayah prioritas untuk dapat memproteksi serta
mengurangi potensi terjadinya bencana longsor di Kecamatan Batu