Abstract :
Magnesium klorida merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan penunjang bagi industri
kimia seperti tekstil , pulp, farmasi, dan lain-lain. Pendirian pabrik bertujuan untuk mengurangi
ketergatungan Indonesia terhadap industri luar negeri , karena sampai saat ini Indonesia masih belum ada
pabrik magnesium klorida, sehingga untuk memenuhi kebutuhan magnesium korida di Indonesia, perlu
dilakukan prarancangan pabrik magnesium klorida. Magnesium klorida dapat diperoleh melalui reaksi
Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan asam klorida (HCl). Reaksi beroperasi pada suhu 80 oC dan
tekanan 1 atm dengan konversi 94,5% menggunakan reaktor RATB. Pabrik direncanakan akan dibangun di
Ngoro, Mojokerto, Provinsi Jawa timur, di tanah seluas 34.372 m2 dengan kapasitas 50.000 ton/tahun.
Pabrik akan beroperasi selama 330 hari atau 24 jam sehari. Bentuk perusahaan ini adalah Perseroan
Terbatas (PT) dengan struktur organisasi garis dan staff. Dari hasil analisa terhadap aspek ekonomi yang
telah dilakukan pada pabrik ini didapatkan hasil bahwa fixed capital invesment dibutuhkan sebesar Rp
209,387,010,06 dan working capital sebesar Rp 34,897,835,010. Presentasi Return on Investmen (ROI)
sebelum pajak adalah 25,95% dan setelah pajak adalah 24,3%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah
2,8 tahun dan setelah pajak adalah 3,6 tahun, Nilai Break Event Point (BEP) adalah 47,91% dan Shut
Down Point (SDP) adalah sebesar 14,99%. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut, pra rancangan pabrik
magnesium klorida ini layak didirikan.