Abstract :
Tanah longsor merupakan salah satu peristiwa alam yang banyak terjadi di
Indonesia. Sebagian besar wilayah di Kabupaten Malang termasuk dalam kawasan
rawan tanah longsor, salah satunya adalah Kecamatan Poncokusumo. Tidak
tersedianya peta persebaran kawasan rawan tanah longsor mempengaruhi proses
mitigasi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat peta tematik kawasan
tanah longsor dengan memanfaatkan ekstraksi data penginderaan jauh dan teknik
Sistem Informasi Geografis.
Ekstraksi data penginderaan jauh yang dimanfaatkan yaitu citra satelit
Sentinel-2 untuk menghasilkan peta penutup lahan dan DEMNAS untuk
menghasilkan peta kemiringan lereng. Selain itu, pemanfaatan metode poligon
Thiessen menghasilkan peta curah hujan, serta penggunaan data dari instansi berupa
jenis tanah dan kondisi geologi menghasilkan peta jenis tanah dan peta geologi.
Masing-masing kelas dalam parameter memiliki skor dan bobot yang berbeda-beda
sesuai dengan pengaruhnya terhadap terjadinya tanah longsor. Penggabungan
seluruh parameter menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis berupa
metode overlay dengan Model Builder.
Hasil uji akurasi pada klasifikasi citra Sentinel-2 Kecamatan Poncokusumo
menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 87,0208%. Kawasan rawan tanah
longsor terbagi menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu kelas kurang rawan dengan luas 41,464
Km2 atau 16,09%, kelas rawan dengan luas 169,311 Km2 atau 65,72%, dan kelas
sangat rawan dengan luas 46,865 Km2 atau 18,19%. Kawasan yang berpotensi
sangat tinggi terhadap terjadinya tanah longsor yaitu Desa Ngadas dan Desa
Gubukklakah.