Abstract :
Suatu wilayah pasti memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Perilaku dan kebiasaan
disertai dengan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya telah menjadi budaya yang
dihormati dan dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta
keseimbangan dalam setiap lingkungan tersebut. Berbagai potensi tradisional di kota
Sumbawa sangat beragam termasuk didalamnya bahasa, sejarah, seni, yaitu mulai dari main
jaran, barapan kebo, karaci, tari nguri, hingga pernak-pernik (kerajinan dan ketrampilan) akan
tetapi potensi ini justru kurang disadari masyarakat luas terutama masyarakat Sumbawa.
Adanya pengaruh budaya luar yang semakin digemari khususnya oleh generasi muda, yang
menjadikan kebudayaan meredup.
Permasalahan lain yang muncul adalah belum adanya tempat khusus untuk melakukan
pengenalan, pembinaan, pelestarian dan pengembangan berbagai kegiatan yang berkaitan
dengan Seni dan kebudayaan. Event-event seni pertunjukan yang digelar di Sumbawa sering
menggunakan public area dalam penyelenggaraannya (jalan raya, lapangan, aula sekolah,
Kantor Bupati, maupun Jembatan). Adapun tempat-tempat yang memang diperuntukkan
sebagai tempat untuk menggelar kesenian masih kurang memadai, baik dari sisi luasan
bangunan (kapasitas penonton) maupun kenyamanan penonton (akustik ruang). Oleh karena
itu digagaslah suatu tempat yang khusus digunakan sebagai wadah komplek untuk mengenal,
membina, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya.
Dengan menggunakan tema Arsitektur neo-vernakular yaitu pencampuran antara unsur
setempat dengan teknologi modern, tapi masih mempertimbangkan unsur setempat,
diharapkan tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk
modern tapi juga elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi
dan lain-lain.