Abstract :
Pada Pendidikan di Indonesia terbukti bahwa menurunnya nya kesadaran akan
Pendidikan dan kurang nya minat baca masyarakat meskipun pemerintah sudah menyediakan
fasilitas perpustakaan di setiap daerahnya, Dapat dilihat dari indeks pengembangan manusia
(Human Development Index) yaitu penurunan peringkat dalam hal Pendidikan. Pada
kenyataannya masyarakat kurang tertarik akan adanya perpustakaan pada daerah penyebab nya
yaitu ketidak nyamanan tempat yang di sediakan, sulitnya dalam menemukan buku untuk
pengunjung, dan kurang menarik untuk pengunjung perpustakaan tersebut, trutama pada kota
Malang yang kotanya sendiri terkenal dengan julukan kota Pendidikan. Perpustakaan yang
seharusnya ialah perpustakaan yang ideal yaitu dapat mewadahi dan mengikuti perkembangan
pola aktivitas masayarakat. Yaitu dengan merubah pola aktivitas tersebut seperti pola belajar
yang tidak perorangan melainkan berdiskusi atau kelompok, perpustakaan sebagai tempat
pertemuan dan perpustakaan yang memfasilitasi teknologi masa kini. Dengan ini maka di
gagaslah perpustakaan yang dapat menyesuaikan keinginan masyarakat dengan kenyamanan dan
memadukan ilmu ilmu digital pada masa kini sehingga mempermudah masyarakat daerah untuk
mempermudah pencarian informasi akan Pendidikan. Dengan menggunakan tema arsitektur
hijau yang menggabungkan dua fungsi yaitu perpustakaan dan taman yang dimana dapat
memberikan pemikiran yang berbeda pada masyarakat. Rancangan perpustakaan focus pada
penyelesaian tiga kriteria desain yaitu bangunan yang dapat meningkatkan minat baca,
menjadikan wadah kegitan edukasi dan dapat menjadikan identitas literasi pada daerah tersebut.