Abstract :
Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Isu pariwisata di
wilayah Malang melatar-belakangi perancangan Pusat Kuliner Khas Malang; mengingat Malang
memiliki banyak jumlah kuliner khas dan perlu dilestarikan keberadaannya; hal lain yang
memberikan pengaruh positif adalah semakin kreatifnya masyarakat Malang dalam bidang kuliner.
Data Disbudpar Kota Malang menunjukkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Malang semakin
meningkat setiap tahun dengan rata-rata pertahun mencapai 3.750.360; destinasi wisatawan akhirnya
bermuara pada kuliner khas daerah.
Menjadikan para wisatawan kerasan untuk menikmati kuliner, merupakan permasalahan rancangan
Pusat Kuliner khas Malang; bagaimana merancang tatanan ruang agar pelaku yang berada di
dalamnya merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya serta bagaimana memberikan karakteristik
rancangan ber-tema-kan Arsitektur Hijau dengan memperhatikan beberapa prinsip yang harus
memenuhi kriteria hemat dalam menggunakan sumberdaya alam, minim menimbulkan dampak
negatif serta mampu meningkatkan kualitas hidup manusia. Ruang utama dihadirkan untuk
menampung aktivitas para wisatawan guna menikmati sajian kuliner, demikian juga ruang-ruang
penunjang yang menjadikan fungsi ruang utama menjadi optimal. Optimalisasi ruangan yang
nyaman tentu terkait dengan keberadaan udara dalam ruang yang selalu berganti agar suhu ruang
sesuai dengan tuntutan tubuh, cukup cahaya alami, mereduksi kebisingan maupun bau.
Dengan demikian diharapkan fasilitas ini dapat menghasilkan ruang dalam yang sehat dan nyaman
menggunakan material yang tidak merusak lingkungan dan dapat didaur ulang dengan
memperhatikan kondisi lingkungan bangunan sekitar dan efisien dalam penggunaan energi yang
dapat menciptakan suasana berkehidupan yang lebih baik serta berkelanjutan.