Abstract :
Seni tenun merupakan salah satu bidang seni yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman,
namun bila dibandingkan dengan bidang seni lain, seni tenun masih tertinggal. Seperti misalnya seni
tenun ikat dari budaya Sumba Timur, dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan
memacu pertumbuhan bidang ini semakin berkembang dengan cepat. Faktor yang paling
berpengaruh dalam hal ini tidak lepas dari jumlah peminat seni tenun ikat Sumba Timur ini sangat
banyak dan tidak terbatas untuk masalah umur, baik pelaku seninya maupaun penikmat seni tersebut.
Kurang adanya wadah dalam mengapresiasi karya senin tenun terutama seni tenun ikat Sumba Timur
menyebabkan kurang berkembangnya seni tenun Sumba Timur itu sendiri. Untuk itu perlu adanya
sebuah wadah yang mampu menampung kreatifitas yang dimilikinya agar terarah ke hal-hal yang
positif dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif dari lingkungan sekitarnya.
Melalui pendekatan arsitektur secara tipologi, yakni pendekatan yang dilakukan dengan
mengidentifikasi dan mendalami objek perancangan, diharapkan Galeri Seni Tenun Sumba Timur
mampu menjadi bangunan yang bukan hanya mewadahi senin tenun ikat namun juga menjadi
angunan yang menjadi symbol dari kesenian tenun ikat dan wilayah Sumba Timur itu sendiri.
Dengan kata lain pendekatan ini mempelajari lebih mendalam tentang kasus dari segi fungsi,
langgam dan tentunya bentuk.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya Galeri Tenun Ikat Sumba Timur diharapkan
dapat menjembatani komunikasi antara kesenian dengan masyarakat, tetapi juga memberikan
informasi kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan kesenian itu yang
terjadi di Indonesia khususnya di daerah mereka sendiri.