Abstract :
Berdasarkan data yang dihimpun dari CDC (Center for Desease Control
and Prevention), dari tahun ke tahun penyandang ASD (Autism Spectrum
Disorder) mengalami peningkatan. Menurut Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan, sebanyak 70% anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan
pendidikan yang layak. Selama ini, sarana prasarana yang tersedia guna mewadahi
aktifitas penyandang berupa tempat-tempat terapi yang merupakan alih fungsi
lahan dari hunian, sekolah inklusi ataupun sekolah luar biasa. Di Kota Batu
sendiri hanya tersedia sedikit fasilitas pendidikan sekolah khusus ABK (Anak
Berkebutuhan Khusus), SLB (Sekolah Luar Biasa) ataupun sekolah inklusi,
padahal kondisi lingkungan pada kota tersebut dianggap cocok bagi proses
penyembuhan. Sebagian besar sekolah juga belum diimbangi dengan fasilitas
yang baik. Boarding school ini dirancangkan agar mampu berfungsi sebagai
media penyembuhan dan pendidikan yang layak, tepat dan sesuai bagi
penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder).
Pendekatan desain yang diterapkan dalan tiap konsep rancangan
didapatkan berdasarkan perilaku, karakteristik, aktifitas, serta kebiasaan
penyandang agar dapat memenuhi fungsi bangunan sebagai media penyembuhan
serta pendidikan secara maksimal. Mulai dari tampilan bangunan, sistem sirkulasi,
bentuk dan penataan ruang, pemilihan vegetasi, kemudahan aksesibilitas haruslah
mempertimbangkan faktor keamanan dan juga kenyamanan. Setiap konsep
rancangan haruslah bersifat homy dan juga alami serta dekat dengan alam, yang
mampu menghasilkan perasaan nyaman, aman serta familiar seperti di rumah
sendiri.
Oleh karena itu, perancangan ?Boarding School untuk Anak Berkebutuhan
Khusus (Autisme) di Kota Batu dengan Tema Arsitektur Perilaku? diharapkan
mampu menjadi wadah dalam menaungi aktifitas, sesuai dengan perilaku,
kebiasaan, serta kebutuhan dan juga sekaligus sebagai media penyembuhan dan
pemberian pendidikan kepada penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder).