Abstract :
Pada era 70-an dan 80-an lalu, Malang dapat disebut sebagai barometer musik di
Indonesia. Kurangnya ketersedian fasilitas untuk mendukug kegiatan musisi di Kota
Malang menjadi salah satu faktor menurunnya apresiasi musik, sehingga Kota
Malang tidak lagi menjadi barometer musik Indonesia. Tujuan perancangan ini
adalah mendesain fasilitas pendukung yang mampu mewadahi kegiatan musisi dan
masyarakat untuk mengembangkan bakat dan memamerkan bakat bermusik. Selain
itu, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi ikon seni di Kota Malang. Oleh karena itu,
pada desain ini mengusung tema arsitektur neo-vernakular agar tetap mencerminkan
nilai budaya lokal yang dipadukan dengan nilai modern.
Rancangan ini bangunan diharapkan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari
pusat seni di Kota Malang, yaitu mengangkat budaya lokal, maka diperlukan suatu
metode yang dapat memindahkan suatu tujuan ke dalam bentuk visual bangunan,
dengan mengangkat tema neo-vernakular. Pada arsitektur neo-vernakular ini
perancag dapat bebas mengembangkan dan melakukan gubahan ojek rancangan
sehingga hasil dari rancangan dapat selaras dengan lokasi objek rancangan. Akan
tetapi pada arsitektur neo-vernakular ini tetap harus menampilkan nilai-nilai yang
berlaku di lokasi setempat.
Gedung pagelaran musik ini dirancang untuk menampung beberapa aliran musik
seperti Musik Recital, Musik Vokal, Musik Jazz, Musik Tradisional. Berdasarkan
aliran musik yang ditampung pada rancangan ini maka tema arsitektur neovernakular menjadi salah satu faktor yang dapat mencerminkan aliran musik yang
tertampung pada perancangan ini dan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari
rancangan gedung pagelaran musik di Kota Malang.