Abstract :
Kota Malang menjadi salah satu kota yang angka kriminalnya cukup tinggi. Faktor
ekonomi menjadi salah satu faktor utama para oknum melakukan tindakan kriminal.
Sejak beredar himbauan dari pemerintah bahwa semua kegiatan sekolah, bekerja,
dan kegiatan lainnya dilakukan dirumah dikarenakan pandemi Covid?19, banyak
pekerja maupun anak sekolah menjadi pengangguran. Hal tersebut membuat angka
kriminalitas di Kota Malang semakin tinggi yang mengakibatkan lapas penuh
melebihi dari kapasitas yang ditetapkan sebelumnya. Dibuatnya Lembaga
Pemasyarakatan Kelas I ini bertujuan untuk membuat bangunan agar layak dihuni
oleh para narapidana tanpa harus merasakan ketidaknyamanan di dalamnya. Tema
yang diambil adalah tema arsitektur perilaku dengan dasar bahwa setiap perilaku
penghuni dapat berpengaruh terhadap bangunan arsitektur tersebut.
Dalam perancangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ini bangunan terbagi
menjadi beberapa massa dan menerapkan konsep ruang yang sesuai dengan
perilaku penghuninya. Penataan ruang di desain semaksimal mungkin agar
pengguna dapat merasakan kenyamanan dalam ruangan walaupun sedang
menjalani masa tahanan.
Dengan demikian ruang - ruang yang terdapat pada bangunan Lembaga
Pemasyarakatan Kelas I ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi para
narapidana agar proses pembinaan yang terjadi dapat berjalan dengan lancar dengan
tetap memperhatikan keamanan lingkungan sekitar. Dan diharapkan pula para
narapidana tidak mengulang kesalahan yang sama jika kembali ke masyarakat.