Abstract :
Pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan berpeluang untuk
dikembangkan pada kawasan minapolitan Kabupaten Sidoarjo yang memiliki
potensi perikanan tangkap maupun budidaya. Pendapat ini juga didukung oleh
adanya laporan penyusunan Minapolitan Kabupaten Sidorjo bahwa peluang untuk
pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Sidoarjo ditujukan untuk
meningkatkan peluang meraih pasar yang lebih baik, peningkatan kualitas dan
kuantitas produksi serta memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis
perikanan (Bappeda Kabupaten Sidoarjo, 2011). Produk perikanan dari kawasan
produksi akan diolah terlebih dahulu sebelum dijual ke pasar yang lebih luas
sehingga terjadi interaksi yang kuat pada kawasan minapolitan melalui
pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL). Permasalahan yang saat ini
dialami Kabupaten Sidoarjo adalah kualitas air tanah yang semakin menurun
sehingga berpengaruh terhadap kualitas budidaya petani tambak (Jawa Pos, 2014).
Hal ini secara langsung akan berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat
yang bekerja pada sektor perikanan budidaya (Rahmawati, 2014). Oleh karena itu,
diperlukan peningkatan nilai jual hasil perikanan melalui usaha pengolahan hasil
perikanan, baik tangkap maupun budidaya.
Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dan
kuantitatif. Selanjutnya analisa menggunakan analisis SWOT (StrengthsWeaknesses-Opportunities-Treath), dimana analisis ini dilakukan dengan
memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan atau
ancaman, sehingga dapat diketahui alternatif strategi yang dapat digunakan untuk
pengembangan industri perikanan di Kabupaten Sidoarjo.
Hasil analisa menunjukan bahwa ada 6 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo
yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai industri perikanan
skala besar, yaitu Kecamatan Buduran, Kecamatan Candi, Kecamatan Sedati,
Kecamatan Jabon, Kecamatan Sidoarjo, dan Kecamatan Waru. Dimana tiap
kecamatan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda untuk dikembangkan
sebagai industri perikanan.