Abstract :
Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat
bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa
kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi,
kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.
Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa
Timur yang memiliki bahaya bencana tsunami. Kabupaten Banyuwangi
terdapat 25 kecamatan dimana diantaranya 11 kecamatan yang memiliki
pantai sehingga terdapat kerentanan bencana tsunami. Dalam kajian
kebencanaan peniliaian risiko bencana merupakan salah satu hal penting yang
harus dilakukan. Terutama di wilayah yang mengalami perubahan
penggunaan lahan setiap tahunnya yang berdampak pula terhadap perubahan
risiko bencana. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Delta (?) Risiko
kawasan rawan bencana tsunami di Kabupaten Banyuwangi berdasarkan tren
perubahan penggunaan lahan dengan perspektif multitemporal di Kabupaten
Banyuwangi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian
kombinasi atau penelitian gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. metode
kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi yang ada di wilayah
penelitian, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk melakukan
penilaian risiko bencana. Cellular Automata untuk memprediksikan
perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian dengan kedetailan skala peta 1
: 50.000, diketahui dari 25 kecamatan yang masuk dalam kawasan rentan
terhadap bencana tsunami didapatkan hasil adanya 11 kecamatan yang
memiliki kawasan yang berisiko ketika terjadi bencana tsunami di Kabupaten
Banyuwangi yaitu Kecamatan Bangorejo, Kecamatan Banyuwangi,
Kecamatan Blimbingsari, Kecamatan Kabat, Kecamatan Kalipuro,
Kecamatan Muncar, Kecamatan Pesanggaran, Kecamatan Purwoharjo,
Kecamatan Siliragung, Kecamatan Tegaldlimo, dan Kecamatan Wongsorejo