Abstract :
Nitrogliserin juga dikenal sebagai trinitrogliserin dan gliseril trinitrat atau 1,2,3-
trinitroksipropana, adalah larutan yang mudah meledak, berminyak, tak berwarna dan
berat dengan rumus kimia C3H5N3O9. Nitrogliserin digunakan sebagai obat-obatan
maupun dipakai sebagai bahan baku peledak.
Pabrik nitrogliserin yang akan diproduksi dari gliserin dan asam nitrat
menggunakan proses Schmid-Meissner. Gliserin dan asam nitrat direaksikan pada fase
cair dalam reaktor dengan konversi 95% dengan suhu 18 °C dan tekanan 1 atm
menggunakan reaktor berpengaduk yang dilengkapi jaket pendingin, menggunakan
katalis asam sulfat yang berfungsi untuk mempercepat terjadi proses reaksi pembentukan
produk nitrogliserin. Reaksi bersifat eksotermis sehingga untuk mempertahankan suhu
menggunakan media pendingin brine 25% NaCl, Produk keluaran reaktor kemudian
dipisahkan didekanter berdasarkan perbedaan densitas. Keluaran dekanter fase bawah
kemudian di netralkan menggunakan NaOH. Produk keluaran netralizer kemudian dicuci
menggunakan air hangat agar mempercepat proses pelarutan garam hasil penetralan.
Produk kemudian dipisahkan dengan dekanter untuk memisahkan produk dengan
impuritisnya.
Utilitas yang digunakan yaitu berupa air pendingin, air umpan boiler, air sanitasi,
air proses yang berasal dari air kawasan, kebutuhan listrik dan bahan bakar. Produk akhir
diperoleh 99% nitrogliserin. Kapasitas produksi 50.000 ton/tahun dan waktu operasi 330
hari. Lokasi pabrik direncanakan di Kawasan Industri Estate, Teluk Jambe, Karawang
Jawa Barat dengan luas area 20 Ha. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 156 orang
dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai TCI sebesar Rp. 431.393.498.638,
ROIAT sebesar 24,79%, POTAT sebesar 3,4 tahun, BEP sebesar 44,20% dan IRR sebesar
21,61% sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik Nitrogliserin dari Asam Nitrat dan
Gliserin dengan Proses Schmid-Meissner layak untuk didirikan.