DETAIL DOCUMENT
TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI BERDASARKAN POLA PERGERAKAN ORANG DI KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Etavania, Inggrid
Subject
Area Planing Engineering (PWK) 
Datestamp
2022-01-18 01:24:12 
Abstract :
Bencana adalah peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda serta dampak psikologi. Maysrakat yang bertempat tinggal di kawasan pesisir saat ini belum sepenuhnya memahami bahwa tempat mereka tinggal berpotensi terjadi bencana tsunami sewaktu serta kurangnya sosialisasi menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan yang sebenarnya berpotensi terjadi di lokasi tersebut. Pada tahun 1814, di pesisir Kupang pernah terjadi bencana tsunami sehingga pengkajian terkait tingkat risiko bencana tsunami sangat diperlukan khusunya di Kecamatan Kelapa Lima yang merupakan pusat pelayanan Kota Kupang. Risiko bencana tsunami yang dikaji dalam penelitian ini memiliki keterkaitan dengan pola pergerakan orang sehingga dapat diketahui kawasan terbangun dan tidak terbangun mana saja yang paling berisiko berdasarkan aktivitas masyarakat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini yaitu dengan menggabungkan metode kuantitatif untuk penialain risiko bencana tsunami dan metode kualitatif untuk mendeskripsikan pola pergerakan di wilayah peneltian. Hasil penelitian menunjukan pada pagi hari yang paling berisiko adalah Pasar Oesapa dan permukiman yang berada di pesisir Kelurahan Oesapa. Pada siang hingga malam hari, toko-toko dan restoran yang berada di pesisir Kelurahan Kelapa Lima termasuk kedalam risiko bencana tsunami tinggi. Sedangkan pada kawasan tidak terbangun yang paling berisiko adalah hutan bakau di Kelurahan Oesapa Barat. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang