Abstract :
Urbanisasi yang terjadi pada kawasan pusat Kota Malang akibat
peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan perubahan penggunaan lahan
dari kawasan yang belum berkembang menjadi kawasan terbangun.
Perubahan penggunaan lahan dari daerah yang belum berkembang menjadi
daerah terbangun berpengaruh pada vegetasi pusat kota dan suhu permukaan.
Suhu permukaan pusat Kota Malang terdeteksi mengalami kenaikan sebesar
2°C dari tahun 2009 hingga 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan suhu
permukaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan
menggunakan empat metode penelitian yaitu metode overlay, Normalized
Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST) dan
regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan
sekunder dari USGS serta data tata guna lahan yang disajikan oleh pihakpihak terkait di Kota Malang. Kota Malang dianalisa dari kepadatan bangunan
yang sangat padat dan dasar hijau yang sangat sedikit berbeda dengan suhu
rendah yang terdeteksi di beberapa titik di pusat kota karena memiliki vegetasi
yang sangat baik dan terawat, sehingga suhu permukaan di daerah terbangun
dan tidak dibangun sangat berbeda. Berdasarkan tujuan, keluaran dan manfaat
penelitian ini, maka kedepannya akan menjadi rekomendasi bagi pihak
pemerintah untuk mempertimbangkan jika ada rencana perubahan
penggunaan lahan yang terjadi di pusat kota dan perlu adanya penelitian lebih
lanjut terkait dampak dari perubahan penggunaan lahan pada perubahan suhu.