Abstract :
RTRW Kabupaten Malang Tahun 2010 dalam penanganan/pengelolaan
sempadan sungai dapat digunakan untuk pariwisata dan penataan kawasan
sungai. Kecamatan Poncokusumo menawarkan jenis wisata rekreasi alam
sungai, namun hanya mengusung konsep arung jeram. Untuk
mempertahankan loyalitas wisatawan dilakukan dengan cara diferensiasi dan
inovasi produk pariwisata yaitu dengan mengusung konsep rekreasi.
Kecamatan Poncokusumo memiliki KWN Bromo Tengger Semeru yang
memiliki potensi wisatawan mancanegara. Sungai Amprong mengalir dari
Gunung Semeru ke arah Kota Malang yang terbagi menjadi 3 ordo. Penataan
kawasan sungai untuk pariwisata dapat dilakukan di Sungai Amprong yang
memiliki bendungan, karena memiliki daya tarik pariwisata, dan memiliki
kategori sungai yang arusnya lemah, serta sempadan yang luas. Namun
penataan Sungai Amprong belum memiliki konsep pariwisata atau rekreasi.
Tujuan Penelitian ini yaitu menyusun Konsep Penataan Kawasan Rekreasi
Sungai di Desa Belung Dan Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo
Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan
metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi yang ada di wilayah
penelitian. VAC (Visual Absorbtion Capability) untuk memperkirakan
dampak visual pada kawasan lahan. Analisis data eksploratif (Exploratory
Data Analysis?EDA) untuk menentukan konsep penataan kawasan rekreasi
pada kawasan penelitian. Hasil penelitian dengan kedetailan skala peta pada
analisis yaitu 1:1000, didapatkan konsep rekreasi sungai ?Amprong
Riverrove? yang diinterpretasikan dalam bentuk 2 dimensi.