Abstract :
Perkembangan agroindustri di Kecamatan Wajak, Kabupaten
Malang memiliki potensi dan daya saing yang tinggi untuk menjual hasil
produksi seperti menghasilkan produk kerajinan tikar mendong dan tali
tampar yang berbahan baku mendong, akan tetapi masih memiliki berbagai
permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa permodelan sistem
dinamis yang dapat memberikan suatu penunjang keputusan dalam
mendukung adanya pengembangan agroindustri di Kecamatan Wajak,
Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode analisis pendekatan sistem. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 1
aspek utama yang mempengaruhi pengembangan agroindustri kerajinan
mendong di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yaitu aspek resiko
agroindustri, Sistem pengembangan agroindustri yang efektif pada kerajinan
mendong berdasarkan sistem input-output menghasilkan 2 jenis input yaitu
input terkendali dan input tidak terkendali serta 2 jenis output yaitu output
terkendali dan output tak terkendali. Permodelan agroindustri kerajinan
mendong dikembangkan dengan diagram keputusan berupa prioritas
tertinggi pada produk tikar dan tali tampar. Pengembangan agroindustri
kerajinan mendong mempunyai resiko sedang. Resiko tertinggi dalam
pengembangan agroindustri terdapat pada aspek pengadaan bahan baku
terutama pada faktor ketersediaan, jumlah, dan biaya. Sedangkan untuk
proses pengolahan dan pemasaran memiliki resiko sedang untuk
pengembangan agroindustri kerajinan mendong.