Abstract :
Kabupaten Nganjuk pada tahun 2018 menduduki Peringkat 55 dengan skor
Indeks Ketahanan Pangan sebesar 80,07, tetapi hal tersebut tidak menjamin suatu
ketahanan pangan dalam tingkat Desa bahkan Dusun. Maka dari itu dalam
penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi persebaran lokasi KK
(Kepala Keluarga) rawan pangan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu
acuan untuk mengurangi dampak rawannya pangan agar terwujudnya program
perencanaan kemandirian pangan di Dusun Kemlokolegi, Desa Ngangkatan
Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan Metode Statistik Regresi Linear Berganda
dengan cara melakukan analisis dengan pengumpulan data-data kuantitatif primer.
Data-data kuantitatif diolah dengan menggunakan rumus acuan FSVA (A Food
Security and Vulnerability Atlas) dengan software IBM SPSS guna mengetahui
nilai indeks ketahanan pangan yang diperoleh dari hitungan persentase setiap
parameter dan mengetahui nilai uji reliabilitas setiap parameter. Parameter yang
telah melewati seleksi uji reliabilitas seperti indikator sebaran indeks rawan
pangan selanjutnya akan dilakukan overlay dengan data spasial yang ada dengan
menggunakan software ArcGIS.
Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Dusun Kemlokolegi memiliki 5
kelas kategori ketahanan pangan yaitu kelas (Pra Sejahtera) sebanyak 97 KK,
kelas (Sejahtera I) sebanyak 65 KK, kelas (Sejahtera II) sebanyak 43 KK, kelas
(Sejahtera III) adalah sebanyak 8 KK dan kelas (Sejahtera III Plus) adalah
sebanyak 11 KK. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat 43.3% penduduk di
Dusun Kemlokolegi berada tingkat sangat rawan pangan yang dipengaruhi oleh
sebagian besar indikator konsumsi normatif, persentase penduduk dibawah garis
kemiskinan sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator pada
penelitian ini.